Fasilitas internet gratis di IPB bertambah lagi, di Mini Banking FEM IPB. Sebelumnya, fasilitas ngenet gratis seperti ini juga ada di Pojok BNI. Selain yang gratis ini, ada juga fasilitas internet dengan biaya 50.000 rupiah/semester yang bisa diakses di cyber IPB, atau di hotspot-hotspot di IPB yang saat ini jumlahnya juga makin banyak.
Yang jadi pertanyaan, sebenarnya siap gak sih kita (mahasiswa IPB) menerima fasilitas internet ini? Sebelum menjawabnya, coba deh baca dulu artikel Pak Romi “Siapkah Sekolah Menerima Internet?” .
Kalau merujuk pada artikel tersebut, internet masuk sekolah/kampus seharusnya tidak hanya berhenti pada penyediaan layanan/koneksi internet dan pemberian pelatihan ala kadarnya tentang cara menggunakan internet. Tapi harus bisa:
- Membuka mata dan wawasan ke dunia luas
- Membentuk generasi yang kreatif, produktif dan mandiri
- Sumber ilmu pengetahuan tanpa batas
- Membantu mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan berbagai otomasi dan sistem informasi
Jadi, pihak kampus sebaiknya, tidak hanya memperhatikan peningkatan layanan dari segi fisik, tapi juga mempersiapkan para pengguna (mahasiswa) dengan bekal keterampilan dan pola pikir yang benar agar bisa mempergunakan internet untuk seuatu yang bermanfaat dan menjauhi dampak negatifnya.
yoi2
kebanyakan ngeblog juga gak bagus
hahahhahaha
gw nulis halaman faq tuh
mohon bantuan utk ngeditnya ya
kalau IPB harus mulai disejajarkan dengan universitas kelas dunia, baru itu diacungkan dua jempol
tapi, kalau masih setara dengan universitas negeri yang ada di Indonesia, wah…jangan deh. kasihan universitas seperti di luar pulau jawa. susah mau maju. kepentingan di jawa masih dominan. makanya, Indonesia sulit pemerataan. apalagi di bidang pendidikan meskipun anggarannya perlahan-lahan dinaikkan. BOS aja masih dipersulit. bahkan kesannya diperlambat. ada apa ini??
soal internet di kampus, saya sepakat jika sarana dan infrastrukturnya terus ditingkatkan. saya rasa bukan menunggu kesiapan dari pengguna (mahasiswa) itu sendiri. tapi bersinergi. bersama-sama. ada mahasiswa yang belum benar-benar paham dengan internet. mereka sudah seharusnya dipacu untuk “melek internet”. agar ada pemerataan untuk seluruh mahasiswa menggunakan sarana internet untuk keperluan studi dan sebagainya.
yupp…betul kata bang lutpi…..:mrgreen:
hore… pengunjung pertama cyber 24…
kayaknya lagi ada kunjungan dari rektorat nih…
paen? pak rektor ikutan ngenet?
koq jam 10.25 baru buka *liat jam komen*
bukan pak rektor yg ke cyber, tapi pegawai dr rektorat…
iya, cybernya telat…
persiapan UTS kali… hehehe
nice blog…
fasilitas tu musti dimanfaatkan dengan baik kan,, agar anak bangsa ni jadi cerdas n g gampang dbodohi kapitalis… IPB jg harus buka diri doong pada univ lain,, khususnya yang ada di luar pulo jawa,, sejasar dngn univ kelas dunia seh haruss,, tp jng lupa kita2 jg ya….
I was just surfing the net and have find this blog,Great for downloading games for free.U can check it here:
http://small-games-precracked.blogspot.com/
kenapa daya kreativitas mesti dibatas2in sih?,
efeknya juga sebenarnya cukup besar lo
bagi perkembangan dunia IT di IPB,
maksud saya kenapa mesti ada situs yang di prohibitted gt… (sory kl slh tulis)
pdhl kl IPB membuka jalur2 tersebut tidak menutup kemungkinan akan menambah wawasan mahasiswa sendiri….
ribet sih ngebahasnya… pada intinya saya kurang setuju kl fasilitas mesti dibatas2in…. toh msh bs di “jebol” jg… berpikir terbuka saja… lebih baik daripada membatasi daya kreasi anak bangsa….
terkecuali mungkin untuk situs2 (maaf) porn,
tp knp gk bs main game OL y?….