Selama beberapa hari belakangan ini kasus susu formula yang semula hanya sempit, kini meluas. Beberapa hari ini saya menjadi pengamat dan pembaca setia di buku tamu IPB dan beberapa blog yang menulis tentang kasus ini. Seperti biasa pro dan kontra terjadi. Beberapa alumni dan teman yang saya kenal bahkan menjadi ‘pembela’ IPB, seperti drsukmana dan leftclick. Beberapa lainnya menanggapi komentar, makian dan umpatan pengunjung di buku tamu IPB.
Beberapa kasus yang mungkin sudah biasa dan luar biasa terkait kasus ini (mohon dikoreksi jika ada kesalahan):
1. Merendahkan IPB dibandingkan PT lainnya
2. Menganjingkan IPB dst
3. Mengancam akan membunuh rektor IPB dan peneliti. Yang terakhir ini saya kira sangat serius, karena ybs bahkan mengungkap sebagian identitasnya (yaitu manager di Nestle Pasuruan). Kebenarannya? Ntahlah. IP Address saja mungkin tidak cukup. Skrinsut ada di bawah ini

Dany, tolong cek-in IP-nya si Kopral donks
wah…bisa jadi barang bukti Nih…..
sayangnya, si buku tamu gak bisa dilink per komentar, halamannya berubah2 tiap hari
di hidernya buku tamu sekarang ada promosi ke forum lho
qiqiqiqiiq
Bubarkan IPB!
waduh, kacau ini!!!!
Mas Dany harapan Kita.
halah
Kalo merasa bukan produknya yg mengandung bakteri ya ga usah panik gitu dong pak kopral, konsumen sekarang udah pintar2 kok
eh..udah di hapus yah?
masih ada koq
search aja, patokannya tanggal dia komen
ya….
kayanya ada yang manggil2 nama gw nih…
IP-nya 125.164.252.44
kalo ga T-NET ya SPEEDY nih….
kemaren mo dihapus…. tapi kata penanggung jawab web IPB jangan dulu.. mo diliatin dl ma pa REKTOR….
mungkin kalo bisa efeknya jangan meluas , masing – masing saling sadar diri dan intropeksi atas nama rakyat yang katanya selalu mereka bela kepentingannya
itu saja
[...] rumit saja. Bahkan ketika tulisan yang di blogger IPB saya publish, kemudian ada beberapa komentar berdatangan, termasuk dari Dany (dulu staf di KPSI). Ybs menuliskan [...]
[...] Efek Kasus Susu Formula Meluas : Ancaman Pembunuhan terhadap Rektor IPB, Peneliti IPB [...]
Kan baru diancam……? dan sekarang kan gantian ngancam…? iyakan…ayo..ngaku….wakakakakakk
Ho…ho…ho…
Semakin ramai saja,..
Yaelah… baru aja jadi rektor udah mw dibunuh… Eh itu blog gw knp disangkut2in?
masalahnya sering hal seperti ini terjadi berulang-ulang tapi tanpa penyelesaian yang jelas
ingat kasus masalah borax dll
Aku pernah bilang,”paling2 seminggu lagi kasus ini hilang. Bosan menanti, masyarakat pun lupa.” Ternyata kasusnya makin meluas ya.
Coba cek dulu ke Pasuruan, rasanya gak mungkinlah ngancam2 pake identitas jelas gitu.
Be Cool my Friend …
Dia pasti bukan dari perusahaan itu … dia hanya ingin mengadu domba kita-kita saja …
Banyak anak IPB juga kok di perusahaan itu …
Salam saya
(*mencoba tenang.com*)
bicara menkesneg……… cari solusi jangan dituduh yg bukan-bukan?????
masarakat konsumen endonesa terbukti emang emosional drpd rasional. kan sjk awal udah dibilang, l bakteri itu akan mati pd suhu minimum 70 derajat celcius.
gitu aja kok refot.
kayak topik ttg toksoplasma. smp detik ini, maih aja ada yg salah kaprah nyebut kl itu sejenis virus. pdhal itu parasit, men !!! dan parasit itu mudah dicegah aal kita menjaga higienitas.
gitu aja kok refot.
*nyolot ni, ceritanya, plus rada ga nyambung, hehehe*
sampai sekarang aku belum temuin daftarnya.
gk jelas nie indonesia
awas provokator
general menejer kok gaya tulisannya katro..
sabar ya IPB….
Sangat Serius dan Sangat Mendesak:
Dicari 10-15 Programmer Java dengan berbagai Level Keahlian untuk bekerja di PT Imocha (www.imocha.com.my). Suatu perusahaan Teknologi Informasi Malaysia. Kandidat yang diterima akan bekerja di BOGOR, JAWA BARAT (Tepatnya di Jalan Pajajaran Bogor). Perusahaan Imocha Malaysia membuka cabang unit produknya di BOGOR.
Tanggung Jawab Umum:
Koding dalam Java menjadi tugas sehari-hari. Area Pengembangan mencakup Teknologi Cutting-Edge seperti: JEE5, GlassFish, Struts2, Teknologi JAX, Apache Service MIx (ESB) dll.
Berpartisipasi dalam pendesainan kebutuhan fungsi dan kebutuhan teknis.
Memberikan ide-ide cemerlang pada tim.
Dapat bekerja dalam deadline yang ketat namun tetap memelihara kualitas software.
Tanggung Jawab Programmer Senior (Gaji Rp 6jt+Medical+Jamsostek):
Memimpin satu atau lebih proyek atau produk pengembangan software.
Bekerja dengan Manajer Produk untuk memastikan semua keperluan dan persyaratan pengembangan terpenuhi.
Secara terus menerus melakukan penelitian dan evaluasi terhadap teknologi yang akan membawa perubahan di masa depan pada bidang software.
Membuat keputusan terbaik dengan pendekatan teknik untuk kebutuhan pelanggan/bisnis dengan mempertimbangkan sisi performa, realibilitas dan skalabilitas.
Tanggung Jawab Programmer Intermediate (Gaji Rp 4,5jt+Jamsostek+Medical):
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Melakukan diagnosa pada koding dan memberikan bantuan teknis dibidang pemrograman pada tim pendukung pada saat aplikasi harus LIVE.
Tanggung Jawab Programmer FreshGraduate (Gaji Rp 3jt+Jamsostek+Medical):
Dengan modal penguasaan OOP, dapat belajar secara cepat dan mandiri mengenai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
Terus menerus melakukan pembelajaran diri.
Mengembangkan produk perangkat lunak dengan 1 atau lebih programmer di dalam tim.
Bisa membuat aplikasi dari scratch atau dari aplikasi yang sudah ada.
Persyaratan(HARUS):
Berbakat dan Memiliki hasrat pada dunia pengembangan perangkat lunak
Fast Learner & Self Starter
Berpengalamn 3-4 tahun dalam pengkodean Java berskala enterprises (posisi senior programmer).
Memahami framework J2EE (khususnya Struts 2), layar persistence (JPA/Hibernate), teknologi SOAP, webservice, GlassFish dan MAVEN.
Bisa berbahasa Inggris minimal pasif.
Nilai Tambah:
Memahami teknologi cutting-edge seperti : JEE5, EJB3, Apache CXF, Service Mix dan Spring.
Paham Oracle.
Peserta yang berminat harap mengirimkan CV via email ke: andriyana.the.mefax@gmail.com sebelum tanggal 13 Maret. Peserta bersedia bekerja di Bogor!!!! atau kontak HP: Andriyana 0859 2052 1972
wah kayaknya memang ada mis komunikasi dan harus saling menjelaskan antara pemerintah dan IPB sendiri…
atau ini bagian dari konspirasi yah?
Mana hasil penelitian dari BPOMnya ? Kok nggak ada beritanya ?
sumpah,
gwew ngakak liat komen Andriyana Tresnawan
*jadi berubah fokus*
ramai…..!
pemerintah bingung, masy bingung, org IPB juga bingung..gk ada yang salah, yang salah adalah kejadiannya..selama kepala masih dingin, masalah dpt diatasi…mari kita bangun bangsa dengan toleransi, hargai pendapat orang, klo perlu kita ajak diskusi ttg pendapatnya…ayo para peneliti dimanapun, jadikan kejadian “ini” cambuk agar lebih transparan dan objektif, ayo pemerintah jadikan juga “ini” sebagai pelajaran yang berharga, serta ayo pengusaha jadikan “ini” sebagai moment perbaikan dan peningkatan kulitas….
[...] IPB mw dibunuh….? Ditulis pada Maret 10, 2008 oleh aziz barusan baca tulisan ini di blogger IPB kabarnya rektor IPB mw dibunuh,,baru aja naik, lagsng ada masalah…duh IPB tercintaku ini, [...]
Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada karyawan Nestle Indonesia bernama Kopral Salahuddin, baik di pabrik pengolahan susu di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, maupun di kantor-kantor Nestle Indonesia lainnya.
Kalo nggak rame, bukan Indonesia namanya. Rame ngomongnya…
@ 32 : terima kasih Pak
@ brata
konfirmasi mantap nih, udah kayak di koran
Wah, udah selesai neeh